Pages

Rabu, 16 Mei 2012

Manfaat dari Mahal nya Pendidikan Agama (Pondok Pesantren)


A.     Pendahuluan
            Kondisi masyarakat Indonesia saat ini sungguh sangat memprihatinkan. Berbagai kasus atau perilaku sosial yang amoral sering kali terjadi, mulai dari perampokan, pelecehan seksual, pencurian, minum-minuman keras, narkoba, kekerasan, dan lain sebagainya. Padahal, di Indonesia sendiri banyak lembaga-lembaga pendidikan. Seharusnya dengan adanya lembaga-lembaga pendidikan tersebut maka kondisi bangsa Indonesia ini menjadi baik. Dimulai dari Taman Kanak-Kanak sampai Perguruan Tinggi (PT), seharusnya bangsa ini menjadi bagsa yang kaya dengan moral, tidak miskin moral seperti sekarang ini.

            Lebih-lebih masyarakat Indonesia adalah mayoritas muslim, dan juga mayoritas pelaku kejahatan sosial adalah orang muslim, orang-orang tersebut adalah orang yang merusak pandangan masyarakat luas bahwa orang yang beragam Islam adalah orang jahat, contohnya para korupsi, teroris, mutilasi dan lain sebagainya. Apabila hal tersebut terus berkembang, maka akan merusak agama islam itu sendiri. Kebanyakan orang sekarang hanya mengerti Islam dari luar saja dan hanya islam KTP. Mereka mengaku islam tetapi tidak pernah menjalankan apa yang telah di ajarkan oleh islam itu sendiri, bahkan ada yang mengetahui ajaran tersebut tetapi malas untuk menjalankannya. Banyak alasan yang dipaparkan, seperti sibuk dengan pekerjaan sampai-sampai lupa dengan sholat, dan terlalu menikmati harta yang diperoleh samapai-sampai tidak sempat menyedekahkan sedikit hartanya untuk fakir miskin yang membutuhkannya.
            Pendidikan moral yang kurang ditanamkan dalam sekolah menjadi faktor penyebabnya kebobrokan moral di bangsa ini. Salah satunya kurangnya pendidikan Agama dalam suatu lembaga pendidikan negri, dalam sekolah negri dalam satu minggu hanya memiliki waktu 2 jam untuk mempelajari pentingnya agama. Dari sinilah generasi bangsa  menjadi miskin dengan moral karena terlalu sedikit mempelajari pentingnya beragama. Dalam hal ini pemerintah harus bertindak tegas untuk menaggulangi kemiskinan moral pada generasi muda, lebih tepatnya lagi yaitu Departemen Pendidikan, Departemen Pendidikan harus menambahkan SKS dari 2 (Dua) menjadi 2 (empat) atau lebih, untuk menagani kemiskinan moral. Lembaga pendidikan yang berbasis islami sangat berperan penting dalam hal ini untuk memajukan atau mendorong generasi muda bangsa untuk beranjak dari kemiskinan moral ini.

B.     Lembaga Pendidikan Agama Dipandang Sebelah Mata Oleh Masyarakat
            Ada orang yang memandang lembaga pendidikan islam dari segi positifnya, bahwa orang yang bersekolah di lembaga pendidikan islam setelah lulus nanti dia akan menjadi orang yang baik,  jujur, taat beribadah, dan mengerti tentang agama islam. Mereka dituntut untuk menjadi ustad atau imam di desanya. Tetapi hal tersebut sangat disayangkan karena lebih banyak orang yang memandang lembaga pendidikan islam dari segi negatifnya. Menurut mereka, orang-orang yang mencari ilmu di lembaga pendidikan yang berbasisi islami orangnya tidak moderen, hanya mempelajari ilmu agama, ketingalan dalam mengakses informasi dan setelah lulus nanti akan menjadi seorang teroris yang meresahkan rakyat pada umumnya. Banyak masyarakata yang tidak ingin menyesekolahkan anaknya ke sekolah yang berbasis islam, karena masyarakat luas ingin anaknya menjadi seorang yang terkenal mendapatkan gelar. Kebanyakan orang sekarang yang dikejar hanyalah gelar semata, apabila anaknya telah mendapatkan gelar yang diinginkan maka orang tuanya merasa senang dan bangga melihat anaknya telah sukses. Padahal yang penting dalam hidup ini adalah mempelajari pentingnya agama dalam hidup, tetapi harus mampu mempelajari hal-hal duniawi juga agar semua menjadi seimbang, dunia didapat dan akhirat juga didapat.

C.     Mahalnya Pendidikan Agama
            Dilihat dari segi ekonomi sekolah-sekolah Swasta yang berbasis islami cenderung lebih mahal dari Sekolah Negeri. Karena,  sekolah-sekolah negeri telah mendapatkan bantuan dari pemerintah yaitu BOS (Bantuan Oprasional Sekolah). Dengan adanya bantuan dari pemerintah tersebut ternyata tidak menjadi suatu perubahan yang sangat signifikan. Tetapi malah menjadi suatu bisnis bagi suatu orang tertentu, dana BOS yang diberikan oleh pemerintah ada yang dikorupsi oleh oknum guru atau kepala sekolah, dana tersebut tidak langsung dicairkan untuk gaji para guru dan kebutuhan sekolah, melainkan dana tersebut diselewengkan. Hal ini secara tidak langsung guru tersebut telah rusak moralnya, seorang guru moralnya sudah rusak seperti itu apalagi murid-muridnya. Hal ini sangat disayangkan karena pemerintah telah bersusah payah untuk mencari solusi agar anak-anak di seluruh Indonesia dapat bersekolah tapi malah disalah gunakan oleh oknum-oknum tertentu. Dalam hal ini pemerintah diharapkan bisa mengawasi dana tersebut agar dapat sampai kepada murid yang membutuhkan dengan cepat dan lancar.
            Sekolah Swasta yang berbasis islami sedikit mahal karena pendidikannya terjamin, walau mahal tetapi hasil yang diperoleh sangat memuaskan, bukan hanya ilmu agama saja yang didapat melainkan ilmu umum juga didapat seperti yang didapat oleh sekolah yang umum (Negeri). Bahkan sekolah yang umum (Negeri) hanya mendapatkan 2jam pelajaran agama dalam 1 minggu, waktu 2 jam dalam 1 minggu ini sangat kurang untuk diajarkan kepada siswa, seharusnya lebih dari 2 jam tersebut. Bagaimana generasi bangsa ini ingin maju moralnya kalau dalam 1 minggu hanya dapat 2 jam pendidikan agama. Dengan adanya lembaga pendidikan yang berbasis agama diharapkan mampu membangunkan atau meningkatkan moral para generasi bangsa ini. Jadi, wajar saja apabila pendidikan swasta yang berbasis agama tersebut mahal. Karena dari pendidikan agama yang ditekankan akan mebuat moral anak bangsa semakin maju. Mereka akan sadar bahwa hal-hal seperti perampokan, pelecehan seksual, pencurian, minum-minuman keras, narkoba, kekerasan, korupsi dan lain sebagainya, ini adalah suatu hal yang dilarang oleh agama. Orang-orang yang mengerti dengan agama dan paham dengan ajaran agama pasti dia tidak mau melakukan hal yang melangar aturan agama tersebut. Jadi, semahal apapun pendidikan itu tidak menjadi kendala, yang penting generasi bangsa ini bisa bangkit dari kemiskinan moral.

D.    Perbedaan Pendidikan Umum ( Negeri ) dan Pendidikan yang Berbasis Islami (Swasta)
            Perbandingan sekolah umum (Negeri) dengan Sekolah swasta yang berbasis islam adalah sekolah umum (Negeri) mereka mendapatkan dana dari pemerintah untuk memajukan sekolah dengan cara mencari guru yang berkualitas dan sarana dan prasarana yang baik agar siswa dapat berkembang seperti yang diinginkan, tapi hal ini tidak diimbangi dengan pendidikan agama yang sangat penting untuk semua siswa agar tidak miskin moral. Sedangkan sekolah swasta yang berbasis islami lebih unggul dibandingkan sekolah yang negeri walau sedikit mahal tapi sangat memuaskan. Bukan hanya ilmu agama yang mereka dapatkan tetapi pengetahuan umum juga mereka dapatkan seperti yang didapatkan oleh sekolah-sekolah umum (Negeri).
            Ilmu agama jelas banyak mereka dapatkan didalam kelas, karena dalam 1minggu siswa yang sekolah di pendidikan swasta yang berbasis islam memiliki banyak waktu untuk belajar agama tidak seperti sekolah umum (Negeri) yang hanya dapat 2 jam pelajaran agama dalam satu minggu, bahkan bukan hanya dasarnya saja yang dipelajari bahkan sampai kedalam tentang pentingnya agama untuk dipelajari, tidak seperti sekolah yang umum (Negeri) hanya mempelajari dasar-dasar agama seperti Sholat, puasa, zakat, berbuat baik, dan lain sebagainya.
            Dilihat dari segi ekonomi sekolah swasta yang berbasis agama sedikit mahal dibangdingkan dengan sekolah umum  (Negeri) karena sekolah umum mendapatkan bantuan dari pemerintah. Sedangkan sekolah swasta yang berbasis islam sedikit mahal karena tidak mendapat bantuan dari pemerintah. Dana yang dibutuhkan semua berasal dari siswa dan lembaga tersebut. Tapi, dibalik mahalnya pendidikan banyak hal yang bermanfaat bagi siswa-siswa, mereka dapat mengerti betapa pentingnya agama dengan baik dan pengetahuan umum yang semakin modern ini. Dari pengetahuan agama yang baik dan pengetahuan umum yang tidak tertinggal diharapkan mampu membangkitkan moral anak bangsa kedepan agar tidak miskin moral seperti saat ini, dan dapat membawa bangsa ini kedepan lebih maju dan sejahtera.

E.     Solusi Untuk Memilih Pendidikan
            Sebagai orang tua yang cerdas dan sebagai masyarakat yang ingin bangsanya berkembang maju lebih baik lagi dan dapat beranjak dari miskin moral ini, jangan terlalu memikirkan berapa jumlah uang yang akan dikeluarkan, tetapi seberapa baik hasil yang akan kita dapatkan nantinya. Demi mensejahterakan dan membangun moral anak bangsa untuk masa depan bangsa ini berkembang dan maju tidak akan terpengaruh seberapa besar uang yang akan dikeluarkan. Seberapa besar uang yang kita keluarkan tidak menjadi masalah yang penting generasi bangsa ini menjadi baik dan bangkit dari kemiskinan moral.

F.      kesimpulan
            Dilema untuk memilih suatu pendidikan bagi masyarakat umumnya terjadi begitu ramai. Ada yang ingin anaknya sekolah disekolah umum (Negeri) agar anaknya tersebut tidak ketingalan zaman, dan tidak mengeluarkan biaya karena kalau sekolah di sekolah umum (Negeri) mendapatkan bantuan dari pemerintah. Dan  ada juga yang ingin bersekolah dilembaga pendidikan swasta yang berbasis agama, tetapi mereka mengalami kendala yaitu masalah dana. Untuk sekolah di lembaga pendidikan swasta agama yang baik mereka harus merogo kocek lebih dalam lagi. Mahalnya pendidikan tersebut membuat orang-orang cerdas tidak dapat menimbah ilmu disekolah yang berbasis agama tersebut.
            Mahalnya pendidikan bukan menjadi maslaha, karena dibalik mahalnya pendidikan yang berbasis agama tersebut memberikan hasil yang optimal, ilmu agama jelas didapat mengerti tengtang seluk beluk pentingnya beragama, dan setelah lulus kelak dya dipercaya oleh masyarakat setempat untuk menjadi imam disaat sholat. Bukan hanya ilmu agama yang dia dapatkan dipendidikan swasta yang berbasis islam, melainkan pengetahuan umum juga dia dapatkan seperti sekolah-sekolah umum pada lainnya.     








1 komentar:

  1. kata siapa mahalnya pendidikan agama bukan jadi masalah? iya kalau mereka orang kaya nggak jadi masalah. kesannya pendidikan agama itu hanya untuk orang kaya, orang miskin nyingkir aja deh. anak mau disekolahkan disekolah yg ajaran agamanya bagus (nyingkir mahal hanya utk menengah keatas), anak mau belajar/menghafal al-qur'an (nyingkir mahal hanya utk menengah keatas), orang tua mau terhindar dari riba; maaf seminar dan ilmunya (nyingkir mahal hanya utk menengah keatas). jd intinya surga hanya utk orang yg ada duit tp alhamdulillah masih ada sekolah yg bener2 bertujuan utk agama meskipun sekolah itu jauh dan terpelosok. bayar hanya seiklasnya dan bisa bayar menggunakan hasil kebun (pisang, sayur, dll)

    BalasHapus