A.
Pendahuluan
Kondisi masyarakat
Indonesia saat ini sungguh sangat memprihatinkan. Berbagai kasus atau perilaku
sosial yang amoral sering kali terjadi, mulai dari perampokan, pelecehan
seksual, pencurian, minum-minuman keras, narkoba, kekerasan, dan lain
sebagainya. Padahal, di Indonesia sendiri banyak lembaga-lembaga pendidikan.
Seharusnya dengan adanya lembaga-lembaga pendidikan tersebut maka kondisi
bangsa Indonesia ini menjadi baik. Dimulai dari Taman Kanak-Kanak sampai
Perguruan Tinggi (PT), seharusnya bangsa ini menjadi bagsa yang kaya dengan
moral, tidak miskin moral seperti sekarang ini.
Lebih-lebih
masyarakat Indonesia adalah mayoritas muslim, dan juga mayoritas pelaku
kejahatan sosial adalah orang muslim, orang-orang tersebut adalah orang yang
merusak pandangan masyarakat luas bahwa orang yang beragam Islam adalah orang
jahat, contohnya para korupsi, teroris, mutilasi dan lain sebagainya. Apabila
hal tersebut terus berkembang, maka akan merusak agama islam itu sendiri. Kebanyakan
orang sekarang hanya mengerti Islam dari luar saja dan hanya islam KTP. Mereka
mengaku islam tetapi tidak pernah menjalankan apa yang telah di ajarkan oleh
islam itu sendiri, bahkan ada yang mengetahui ajaran tersebut tetapi malas
untuk menjalankannya. Banyak alasan yang dipaparkan, seperti sibuk dengan
pekerjaan sampai-sampai lupa dengan sholat, dan terlalu menikmati harta yang
diperoleh samapai-sampai tidak sempat menyedekahkan sedikit hartanya untuk
fakir miskin yang membutuhkannya.
Pendidikan moral
yang kurang ditanamkan dalam sekolah menjadi faktor penyebabnya kebobrokan
moral di bangsa ini. Salah satunya kurangnya pendidikan Agama dalam suatu
lembaga pendidikan negri, dalam sekolah negri dalam satu minggu hanya memiliki
waktu 2 jam untuk mempelajari pentingnya agama. Dari sinilah generasi
bangsa menjadi miskin dengan moral
karena terlalu sedikit mempelajari pentingnya beragama. Dalam hal ini
pemerintah harus bertindak tegas untuk menaggulangi kemiskinan moral pada
generasi muda, lebih tepatnya lagi yaitu Departemen Pendidikan, Departemen
Pendidikan harus menambahkan SKS dari 2 (Dua) menjadi 2 (empat) atau lebih,
untuk menagani kemiskinan moral. Lembaga pendidikan yang berbasis islami sangat
berperan penting dalam hal ini untuk memajukan atau mendorong generasi muda
bangsa untuk beranjak dari kemiskinan moral ini.
B.
Lembaga
Pendidikan Agama Dipandang Sebelah Mata Oleh Masyarakat
Ada orang yang
memandang lembaga pendidikan islam dari segi positifnya, bahwa orang yang
bersekolah di lembaga pendidikan islam setelah lulus nanti dia akan menjadi
orang yang baik, jujur, taat beribadah,
dan mengerti tentang agama islam. Mereka dituntut untuk menjadi ustad atau imam
di desanya. Tetapi hal tersebut sangat disayangkan karena lebih banyak orang
yang memandang lembaga pendidikan islam dari segi negatifnya. Menurut mereka,
orang-orang yang mencari ilmu di lembaga pendidikan yang berbasisi islami
orangnya tidak moderen, hanya mempelajari ilmu agama, ketingalan dalam
mengakses informasi dan setelah lulus nanti akan menjadi seorang teroris yang
meresahkan rakyat pada umumnya. Banyak masyarakata yang tidak ingin
menyesekolahkan anaknya ke sekolah yang berbasis islam, karena masyarakat luas
ingin anaknya menjadi seorang yang terkenal mendapatkan gelar. Kebanyakan orang
sekarang yang dikejar hanyalah gelar semata, apabila anaknya telah mendapatkan
gelar yang diinginkan maka orang tuanya merasa senang dan bangga melihat
anaknya telah sukses. Padahal yang penting dalam hidup ini adalah mempelajari
pentingnya agama dalam hidup, tetapi harus mampu mempelajari hal-hal duniawi
juga agar semua menjadi seimbang, dunia didapat dan akhirat juga didapat.
C.
Mahalnya
Pendidikan Agama
Dilihat dari segi
ekonomi sekolah-sekolah Swasta yang berbasis islami cenderung lebih mahal dari
Sekolah Negeri. Karena, sekolah-sekolah
negeri telah mendapatkan bantuan dari pemerintah yaitu BOS (Bantuan Oprasional
Sekolah). Dengan adanya bantuan dari pemerintah tersebut ternyata tidak menjadi
suatu perubahan yang sangat signifikan. Tetapi malah menjadi suatu bisnis bagi
suatu orang tertentu, dana BOS yang diberikan oleh pemerintah ada yang dikorupsi
oleh oknum guru atau kepala sekolah, dana tersebut tidak langsung dicairkan
untuk gaji para guru dan kebutuhan sekolah, melainkan dana tersebut
diselewengkan. Hal ini secara tidak langsung guru tersebut telah rusak
moralnya, seorang guru moralnya sudah rusak seperti itu apalagi murid-muridnya.
Hal ini sangat disayangkan karena pemerintah telah bersusah payah untuk mencari
solusi agar anak-anak di seluruh Indonesia dapat bersekolah tapi malah disalah
gunakan oleh oknum-oknum tertentu. Dalam hal ini pemerintah diharapkan bisa
mengawasi dana tersebut agar dapat sampai kepada murid yang membutuhkan dengan
cepat dan lancar.
Sekolah Swasta
yang berbasis islami sedikit mahal karena pendidikannya terjamin, walau mahal
tetapi hasil yang diperoleh sangat memuaskan, bukan hanya ilmu agama saja yang
didapat melainkan ilmu umum juga didapat seperti yang didapat oleh sekolah yang
umum (Negeri). Bahkan sekolah yang umum (Negeri) hanya mendapatkan 2jam
pelajaran agama dalam 1 minggu, waktu 2 jam dalam 1 minggu ini sangat kurang
untuk diajarkan kepada siswa, seharusnya lebih dari 2 jam tersebut. Bagaimana
generasi bangsa ini ingin maju moralnya kalau dalam 1 minggu hanya dapat 2 jam
pendidikan agama. Dengan adanya lembaga pendidikan yang berbasis agama
diharapkan mampu membangunkan atau meningkatkan moral para generasi bangsa ini.
Jadi, wajar saja apabila pendidikan swasta yang berbasis agama tersebut mahal.
Karena dari pendidikan agama yang ditekankan akan mebuat moral anak bangsa
semakin maju. Mereka akan sadar bahwa hal-hal seperti perampokan, pelecehan
seksual, pencurian, minum-minuman keras, narkoba, kekerasan, korupsi dan lain
sebagainya, ini adalah suatu hal yang dilarang oleh agama. Orang-orang yang
mengerti dengan agama dan paham dengan ajaran agama pasti dia tidak mau
melakukan hal yang melangar aturan agama tersebut. Jadi, semahal apapun
pendidikan itu tidak menjadi kendala, yang penting generasi bangsa ini bisa
bangkit dari kemiskinan moral.
D.
Perbedaan
Pendidikan Umum ( Negeri ) dan Pendidikan yang Berbasis Islami (Swasta)
Perbandingan
sekolah umum (Negeri) dengan Sekolah swasta yang berbasis islam adalah sekolah
umum (Negeri) mereka mendapatkan dana dari pemerintah untuk memajukan sekolah
dengan cara mencari guru yang berkualitas dan sarana dan prasarana yang baik
agar siswa dapat berkembang seperti yang diinginkan, tapi hal ini tidak
diimbangi dengan pendidikan agama yang sangat penting untuk semua siswa agar
tidak miskin moral. Sedangkan sekolah swasta yang berbasis islami lebih unggul
dibandingkan sekolah yang negeri walau sedikit mahal tapi sangat memuaskan.
Bukan hanya ilmu agama yang mereka dapatkan tetapi pengetahuan umum juga mereka
dapatkan seperti yang didapatkan oleh sekolah-sekolah umum (Negeri).
Ilmu agama jelas
banyak mereka dapatkan didalam kelas, karena dalam 1minggu siswa yang sekolah
di pendidikan swasta yang berbasis islam memiliki banyak waktu untuk belajar
agama tidak seperti sekolah umum (Negeri) yang hanya dapat 2 jam pelajaran
agama dalam satu minggu, bahkan bukan hanya dasarnya saja yang dipelajari
bahkan sampai kedalam tentang pentingnya agama untuk dipelajari, tidak seperti
sekolah yang umum (Negeri) hanya mempelajari dasar-dasar agama seperti Sholat,
puasa, zakat, berbuat baik, dan lain sebagainya.
Dilihat dari segi
ekonomi sekolah swasta yang berbasis agama sedikit mahal dibangdingkan dengan
sekolah umum (Negeri) karena sekolah
umum mendapatkan bantuan dari pemerintah. Sedangkan sekolah swasta yang
berbasis islam sedikit mahal karena tidak mendapat bantuan dari pemerintah.
Dana yang dibutuhkan semua berasal dari siswa dan lembaga tersebut. Tapi,
dibalik mahalnya pendidikan banyak hal yang bermanfaat bagi siswa-siswa, mereka
dapat mengerti betapa pentingnya agama dengan baik dan pengetahuan umum yang
semakin modern ini. Dari pengetahuan agama yang baik dan pengetahuan umum yang
tidak tertinggal diharapkan mampu membangkitkan moral anak bangsa kedepan agar
tidak miskin moral seperti saat ini, dan dapat membawa bangsa ini kedepan lebih
maju dan sejahtera.
E.
Solusi
Untuk Memilih Pendidikan
Sebagai orang tua
yang cerdas dan sebagai masyarakat yang ingin bangsanya berkembang maju lebih
baik lagi dan dapat beranjak dari miskin moral ini, jangan terlalu memikirkan
berapa jumlah uang yang akan dikeluarkan, tetapi seberapa baik hasil yang akan
kita dapatkan nantinya. Demi mensejahterakan dan membangun moral anak bangsa
untuk masa depan bangsa ini berkembang dan maju tidak akan terpengaruh seberapa
besar uang yang akan dikeluarkan. Seberapa besar uang yang kita keluarkan tidak
menjadi masalah yang penting generasi bangsa ini menjadi baik dan bangkit dari
kemiskinan moral.
F.
kesimpulan
Dilema untuk
memilih suatu pendidikan bagi masyarakat umumnya terjadi begitu ramai. Ada yang
ingin anaknya sekolah disekolah umum (Negeri) agar anaknya tersebut tidak
ketingalan zaman, dan tidak mengeluarkan biaya karena kalau sekolah di sekolah
umum (Negeri) mendapatkan bantuan dari pemerintah. Dan ada juga yang ingin bersekolah dilembaga
pendidikan swasta yang berbasis agama, tetapi mereka mengalami kendala yaitu
masalah dana. Untuk sekolah di lembaga pendidikan swasta agama yang baik mereka
harus merogo kocek lebih dalam lagi. Mahalnya pendidikan tersebut membuat
orang-orang cerdas tidak dapat menimbah ilmu disekolah yang berbasis agama
tersebut.
Mahalnya
pendidikan bukan menjadi maslaha, karena dibalik mahalnya pendidikan yang
berbasis agama tersebut memberikan hasil yang optimal, ilmu agama jelas didapat
mengerti tengtang seluk beluk pentingnya beragama, dan setelah lulus kelak dya
dipercaya oleh masyarakat setempat untuk menjadi imam disaat sholat. Bukan
hanya ilmu agama yang dia dapatkan dipendidikan swasta yang berbasis islam,
melainkan pengetahuan umum juga dia dapatkan seperti sekolah-sekolah umum pada
lainnya.







kata siapa mahalnya pendidikan agama bukan jadi masalah? iya kalau mereka orang kaya nggak jadi masalah. kesannya pendidikan agama itu hanya untuk orang kaya, orang miskin nyingkir aja deh. anak mau disekolahkan disekolah yg ajaran agamanya bagus (nyingkir mahal hanya utk menengah keatas), anak mau belajar/menghafal al-qur'an (nyingkir mahal hanya utk menengah keatas), orang tua mau terhindar dari riba; maaf seminar dan ilmunya (nyingkir mahal hanya utk menengah keatas). jd intinya surga hanya utk orang yg ada duit tp alhamdulillah masih ada sekolah yg bener2 bertujuan utk agama meskipun sekolah itu jauh dan terpelosok. bayar hanya seiklasnya dan bisa bayar menggunakan hasil kebun (pisang, sayur, dll)
BalasHapus