Pages

Rabu, 16 Mei 2012

JUJUR DALAM ISLAM


Orang Islam itu jujur. Ia mencintai kejujuran dan menepatinya lahir maupun batin, baik dalam perkataan maupun perbuatan. Sebab, kejujuran itu menunjukkan pada jalan surga. Sedangkan surga merupakan puncak cita-cita dan harapan orang Islam. Benar lawannya dusta dan dusta ini menunjukkan pada kejahatan. Sedangkan kejahatan menunjukkan pada jalan ke neraka dan neraka merupakan sesuatu yang paling ditakuti orang Islam sehingga ia menjaga dirinya selamat dari siksanya.
Orang Islam memandang benar bukan sekedar akhlak utama semata. Tetapi lebih dari itu, ia memandang benar sebagai sesuatu yang akan menyempurnakan imannya dan melengkapi keislamannya. Sebab, Allah telah memerintahkan agar berlaku jujur dan memuji orang yang memiliki sifat jujur. Demikian pula Rasulullah pun telah menyeru dan berseru agar orang Islam jujur.
Allah berfirman:
“Hai orang-orang yang beriman, bertawakallah kepada Allah dan hendaklah kamu bersama-sama orang yang benar” (At-Taubah:119)

Firman Allah ketika memuji orang yang benar:
“...Laki-laki dan perempuan yang benar....” (Al-Ahzab:35)
Allah berfirman:
“Dan orang yang membawa kebenaran (Muhammad) dan membenarkannya, mereka itulah orang-orang yang bertakwa” (Az-Zumar:33)
Dalam mmenyuruh umat Islam berbuat jujur , Rasulullah bersabda:
“Hendaklah kamu berbuat benar, karena kebenaran itu menunjukkan kepada kebaikan. Dan kebaikan itu menunjukkan jalan ke surga. Seseorang senantiasa berkata benar dan mencari kebenaran sehingga tercatat di sisi Allah sebagai orang yang benar (Shiddiq). Dan jauhilah dusta, karena dusta membawa ke neraka. Seseorang senantiasa berdusta dan mengupayakan kedustaan, sehingga ia tercatat di sisi Allah sebagai pendusta” (HR Muslim)
Buah kejujuran yang hanya dapat dipetik oleh orang-orang yang jujur, antar lain:
1. Hati yang lega dan jiwa yang tenang.
Rasulullah SAW bersabda: “Kejujuran itu membawa ketenangan”.
2. Usaha yang diberkahi dan kebaikan yang bertambah.
Rasulullah SAW bersabda:
“Penjual dan pembeli keduanya bebas belum terikat, selagi mereka belum berpisah. Maka jika benar dan jelas keduanya, diberkahi jual beli itu, tapi jika menyembunyikan dan berdusta, maka terhapuslah berkah jual beli itu.” (Bukhari)

Contoh konkritnya adalah:
1. Jujur dalam berbicara. Orang Islam itu bila berbicara tidak pernah berdusta. Bila memberi tahu selalu sesuai dengan kenyataan, karena bicara dusta itu termasuk ciri-ciri munafik.
Rasulullah bersabda:
Tanda-tanda munafik itu ada tiga. Bila bicara dusta, bila berjanji ingkar dan bila diberi kepercayaan khianat.” (Muttafaq ‘alaih)
2. Jujur dalam berperilaku. Orang Islam jujur dalam berpenampilan. Ia berpenampilan apa adanya sesuai dengan hati nuraninya, tidak munafik, tidak ria, dan tidak mengada-ada.
Rasulullah bersabda:
“Orang yang pura-pura kaya, padahal tidak punya, seperti orang yang memakai dua pakaian kebohongan.” (Muslim)


0 komentar:

Posting Komentar